Rabu, 21 November 2012

BAB 1


KONSEP, ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI
 
KONSEP KOPERASI
·         Konsep Koperasi Barat
Merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Persamaan kepentingan tersebut bisa berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi.
Jika dinyatakan secara negatif, maka koperasi dalam pengertian tersebut dapat dikatakan sebagai “organisasi bagi kelompok egoisme”. Namun demikian, unsur egoistik ini diimbangi dengan unsur positif sebagai berikut:
- Keinginan individual dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dengan saling menguntungkan satu sama lain.
- Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko secara bersama-sama.
- Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati bersama.
- Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi.

·         Konsep Koperasi Sosialis
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut menentukan kebijakan publik, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan. Peran penting lain koperasi adalah sebagai wahana untuk mewujudkan kepemilikan kolektif sarana produksi dan untuk mencapai tujuan sosial politik. Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis.

·         Konsep Koperasi Negara Berkembang
Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya yang membuatnya mirip dengan konsep sosialis.
Perbedaannya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi kepemilikan kolektif, sedangkan  koperasi di negara berkembang seperti Indonesia, tujuannya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

Aliran Koperasi
·         Aliran Yardstick
Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal. Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi ,menetralisasikan dan mengoreksi. Pemerintah tidak melakukan campur tanagan terhadap jatuh bangunya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri. Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama di negara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat. Seperti di Amerika Serikat, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dan lain-lain.

·         Aliran Sosialis
Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.

·          Aliran Persemakmuran
Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat Kemitraan/partnership, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim    pertumbuhan         koperasi      tercipta          dengan         baik.

·           Sejarah Koperasi
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771-1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia.
Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi.

LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan Aliran
Koperasi

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI
- Sejarah Lahirnya Koperasi
- Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia

Sumbernya :
 

Senin, 05 Desember 2011

TULISAN 2

Waralaba atau Franchise menurut Asosiasi Franchise Indonesia adalah Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Jadi, secara sederhananya Franchise adalah pemberian sebuah lisensi oleh seseorang (franchisor) kepada pihak lain (franchise).
      Lisensi tersebut memberi hak kepada  franchise  untuk menggunakan merek dagang  franchisor dan seluruh elemen yang diperlukan untuk menjalankan  bisnisnya dengan dasar-dasar yang telah ditentukan sebelumnya.

1.  Latar belakang
7-Eleven adalah jaringan toko kelontong (convenience store) 24 jam asal Amerika Serikat yang sejak tahun 2005 kepemilikannya dipegang Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan Jepang. Pada tahun 2004, lebih dari 26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara antara pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang.
Didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas (kini masuk wilayah Dallas), nama "7-Eleven" mulai digunakan pada tahun 1946. Sebelum toko 24 jam pertama dibuka di Austin, Texas pada tahun 1962, 7-Eleven buka dari jam 7 pagi hingga 11 malam, dan karenanya bernama "7-Eleven" (7-Sebelas).
Tahun 1991, Southland Corporation yang merupakan pemilik 7-Eleven, sebagian besar sahamnya dijual kepada perusahaan jaringan supermarket Jepang, Ito-Yokado. Southland Corporation lalu diubah namanya menjadi 7-Eleven, Inc pada tahun 1999. Tahun 2005, seluruh saham 7-Eleven, Inc diambil alih Seven & I Holdings Co. sehingga perusahaan ini dimiliki sepenuhnya oleh pihak Jepang.

Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya makanan, minuman, dan majalah. Di berbagai negara, tersedia pula layanan seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. Produk khas 7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minuman es dan Big Gulp, minuman soft drink berukuran besar.
Dan ada pula yang menyatakan bahwa :
7-Eleven ialah sebuah francaisor, pelesen, dan pengendali rangkaian kedai serbaneka antarabangsa yang juga, sejak Mac 2007, menjadi rangkaian kedai terbesar dalam semua kategori setelah mengatasi McDonald's dengan 1,000 cawangan.[1] Kedai-kedainya terletak di 18 buah negara, dengan pasaran-pasaran terbesar di Jepun, Amerika Syarikat, Taiwan dan Thailand.
7-Eleven ialah anak syarikat Seven & I Holdings Co. di Jepun.
antara tawaran-tawaran 7-Eleven termasuk produk label persendirian, termasuk Slurpee, iaitu minuman separa beku yang diperkenalkan pada pertengahan 1960-an, dan Big Gulp, iaitu minuman ringan yang diisi dalam cawan besar yang bersaiz antara 20 dan 64 auns bendalir.
Kedai-kedai 7-Eleven di Malaysia dimiliki oleh Convenience Shopping Sdn. Bhd. (CSSB) yang kini mengendali kira-kira 800 buah kedai di seluruh negara dan berancang untuk mengembang sehingga 1000 cawangan. 7-Eleven di Malaysia ditubuhkan pada 4 Jun 1984 oleh Berjaya Group Berhad.



Sejarah
7-Eleven diasaskan pada tahun 1927 di Dallas, Texas, Amerika Syarikat, apabila seorang pekerja Southland Ice Company, Joe C. Thompson, mula menjual susu, telur dan roti dari sebuah dok ais.[2] Lokasi asalnya merupakan hadapan kedai yang diubahsuai di Southland Ice Company, sebuah kilang pembuatan ais. Sungguhpun adanya kedai runcit kecil dan perniagaan am di kawasan sekeliling, para pengurus kilang ais mendapati bahawa penjualan "barang serbaneka" seperti roti dan susu memang popular. Maka, terbukalah beberapa cawangan 7-Eleven di kawasan Dallas. Mula-mulanya, kedai-kedai ini dibuka dari 7 pagi hingga 11 malam, iaitu tempoh perniagaan yang agak panjang pada waktu itu, maka demikianlah nama kedai ini. Syarikat ini mula menggunakan nama 7-Eleven pada tahun 1946. Menjelang tahun 1952, 7-Eleven membuka kedainya yang ke-100.
Pada tahun 1962, 7-Eleven mula menguji penjadualan 24 jam di Austin, Texas. Pada tahun 1963, kedai 24 jam dibuka di Las Vegas, Fort Worth dan Dallas.
Pada zaman 1980an, syarikat ini mengalami masalah kewangan, menjual bahagian aisnya, dan telah diselamatkan daripada bankrup oleh Ito-Yokado, francaisnya yang terbesar. Pada tahun 1987, John Philp Thompson, CEO 7-Eleven, telah melengkapkan $5.2 bilion pembelian pengurusan syarikat yang bapanya menjadi pengasas. Pembelian balik itu mengalami kesusahan daripada kejatuhan pasaran saham 1987 dan selepas kejatuhan untuk menaikkan hutang kewangan, syarikat te;ah menawarkan sebahagian daripada saham syarikat sebagai satu permulaan untuk melabur di dalam bon syarikat.
Syarikat Jepun telah berjaya mendapat kawalan saham pada tahun 1991, semasa Japanese asset bubble awal 1990an. Ito-Yokado membentuk Seven & I Holdings Co. dan 7-Eleven telah menjadi salah satu subsidiari pada tahun 2005. Pada tahun 2007, Seven & I Holdings telah mengumumkan yang mereka akan mengembangkan operasi di American, dengan penambahan 1,000 stor 7-Eleven di A.S.



7-Eleven di seluruh dunia
Negara/
Wilayah
Tahun pembukaan
kedai pertama
Bilangan
kedai
Maklumat
lanjut
1968
514
1969
469
1971
675
1971
11,525
1977
368
1978
73
1980
4,385
1981
747
2005
26
1992
402
1983
345
1984
287

1984
838
1986
105

1987
14

1989
1,421
1989
6,000
1989
74

1993
61
2004
50




2. Kelebihan dan kekurangan franchise bagi pemilik:
A.    Kelebihan franchise
      Pengakuan    reputasi
      Standarisasi mutu
      Bantuan modal
      Bantuan manajemen
      Profit relatif tinggi karena telah teruji

B.     Kekurangan franchise
      Tidak  mandiri                                                
      Kreativitas  tidak  berkembang
      Menjadi  interdependen,  terdominasi.
      Rentan  terhadap  perubahan  franchisor.
      Memerlukan modal yang besar.
3. Dampak positive dan negative dari perusahaan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia.
A. Dampak positif
      Meningkatnya pendapatan masyarakat
      Memperluas lapangan pekerjaan
      Meningkatkan penerimaan devisa Negara
      Meningkatkan produktivitas dan daya saing,
      Dan memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri.

B.     Dampak negatif .

Berdirinya outlet seven eleven di Jakarta menimbulkan banyak kesenjangan bagi masyarakat, di karenakan banyak anak muda yang nongkrong, sebab minimarket ini tidak pernah sepi dampaknya pun berujung pada kemacetan arus lalu lintas disekitarnya. Apalagi perijinan 7-Eleven diduga menyalahi aturan, sebab izin pendirian tertulis izin resto, pada kenyataannya seperti minimarket. "Kabarnya minuman beralkohol juga dijual bebas di 7-Eleven,”. Secara tidak langsung pendirian 7eleven di beberapa tempat di Jakarta akan berdampak negatif bagi perkekonomian Indonesia dikarenakan peraturan yang dibuat oleh pemerintah provinsi ini merugikan dan mematikan usaha rakyat kecil, seperti pedagang kecil. "Pemerintah punya kekuatan membuat aturan, tapi aturan yang dibuat harus mendukung kepentingan rakyat kecil dan jangan sampai menyengsarakan rakyat,".

Sumbernya :